Lapek Bugih (dari bahasa Minangkabau: Lepat Bugis) adalah kue tradisional Minangkabau yang dibuat dari tepung ketan yang dikukus dan dibungkus daun pisang. Lopek bugi adalah makanan khas Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dalam bahasa Ocu Kampar, kata “bugi” berarti ketan. Makanan ini sering disajikan sebagai hidangan penutup dalam tradisi makan bajamba masyarakat Minangkabau.

Lapek bugih berbentuk kerucut seperti piramida dan terasa lengket serta agak kenyal. Ada juga yang berbentuk persegi panjang. Lapek bugih biasanya berisi gula merah dan atau parutan kelapa yang dibungkus daun pisang. Rasanya gurih karena santan, dengan rasa manis di tengah dari isian parutan kelapa yang dimasak dengan gula merah.

Sejarah dan Asal Usul Lapek Bugi

Menurut cerita, lapek bugih berasal dari orang Bugis di Makassar yang merantau lewat laut sampai ke Minangkabau. Makanan ini sering dibawa sebagai hantaran dalam tradisi Maanta Pabukoan saat bulan Ramadhan. Biasanya, menantu perempuan mengantar lapek bugih dan masakan lain ke rumah mertua.

Menurut Repository UIN Suska, lapek artinya lepat dan bugi artinya ketan. Jadi, lapek bugi adalah lepat yang dibuat dari ketan. Istilah bugi dipakai karena dulu pembuatan lapek bugi melibatkan penumbukan beras ketan dengan lesung hingga halus, lalu dibuat adonan. Beras ketan yang ditumbuk dengan lesung disebut bugi.

Resep dan Cara Membuat Lopek Bugi

Bahan-Bahan

  • Bahan Kulit: 500 gram tepung ketan putih, 350-400 ml santan hangat, dan 1 sendok teh garam halus.
  • Bahan Isian (Unti Kelapa): 300 gram kelapa parut setengah tua, 150 gram gula merah (sisir halus), 2 sendok makan gula pasir, 1 lembar daun pandan, dan sedikit garam.
  • Bahan Tambahan: 100 ml santan kental (untuk disiramkan saat membungkus) dan daun pisang secukupnya yang telah diolesi sedikit minyak.

Cara Membuat

  • Membuat Isian: Masak kelapa parut, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan di wajan dengan api kecil sambil diaduk hingga tercampur rata dan agak mengering, lalu bentuk menjadi bulatan kecil.
  • Membuat Adonan Kulit: Campurkan tepung ketan dan garam, lalu tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan bisa dibentuk.
  • Membentuk Kue: Ambil satu bagian adonan kulit, pipihkan, beri isian unti kelapa di tengahnya, lalu bulatkan kembali.
  • Membungkus dan Menyiram Santan: Letakkan adonan di atas selembar daun pisang yang telah diolesi minyak, beri 1 sendok teh santan kental di atasnya, lalu lipat dan bungkus bentuk kerucut atau pincuk rapat.
  • Mengukus: Susun bungkusan di dalam kukusan yang sudah dipanaskan, lalu kukus selama kurang lebih 25 hingga 30 menit sampai matang.