Putu mayang adalah kue tradisional yang terbuat dari tepung kanji atau tepung beras berbentuk seperti mi, dicampur santan kelapa, dan disajikan dengan kinca atau gula jawa cair. Di Indonesia, kue ini adalah bagian dari kuliner Betawi. Namun, asal usul kue ini mungkin terkait dengan putu mayam dari India Selatan. Keduanya terbuat dari adonan tepung kanji atau tepung beras yang dicetak seperti gumpalan mi.
Putu mayang Indonesia berbeda dari putu mayam India yang juga ada di Sri Lanka, Malaysia, dan Singapura. Gumpalan putu mayang Indonesia lebih padat dan tebal dengan ukuran kecil, sedangkan putu mayam India berbentuk helai mi yang lebih halus dan lebar. Putu mayang juga populer di kalangan masyarakat Melayu di Kepulauan Riau sebagai hidangan Ramadhan, camilan, atau sajian pesta pernikahan.
Sejarah dan Asal Usul Putu Mayang
Putu mayang adalah salah satu kuliner tradisional khas Betawi yang kaya akan sejarah dan budaya. Nama “mayang” sendiri memiliki makna yang cukup mendalam. Dilansir dari Wikipedia menurut sejarawan Betawi, Yahya Andi Saputra,mengatakan kata “mayang” merujuk pada sosok perempuan dalam cerita rakyat Betawi. Sosok perempuan tersebut digambarkan memiliki kecantikan yang luar biasa dan sering dikaitkan dengan sesuatu yang indah, bergelombang, dan menawan.
Bentuk putu mayang yang bergelombang-gelombang menyerupai mie inilah yang kemudian dikaitkan dengan sosok perempuan tersebut. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa nama “mayang” berasal dari kata “mayam” yang merupakan nama kue tradisional dari India Selatan. Kemungkinan besar, pengaruh budaya India pada masa lalu turut mewarnai kuliner Nusantara, termasuk putu mayang.
Selain cerita tentang asal usul namanya, putu mayang juga memiliki cerita rakyat yang menarik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa putu mayang memiliki kaitan dengan cerita rakyat Jampang Mayangsari. Dalam cerita tersebut, kata “mayang” dikaitkan dengan sosok Mayang Sari yang terkenal akan kecantikannya.
Resep dan Cara Membuat Putu Mayang
Bahan-Bahan yang Diperlukan
1. Adonan Kue
- 250 gram tepung beras
- 150 gram tepung tapioka atau sagu
- 650 ml santan kelapa encer
- 2 sdm gula pasir
- ½ sdt garam
- ½ sdt vanili bubuk (opsional, untuk aroma)
- Pewarna makanan (merah muda, hijau muda, atau sesuai selera)
- Daun pisang atau minyak sayur secukupnya (untuk alas kukusan)
2. Kuah Kinca (Saus Gula Merah)
- 150 gram gula merah / gula aren (sisir halus)
- 2 sdm gula pasir
- 400 ml santan kelapa kental sedang
- 1 lembar daun pandan (ikat simpul)
- ¼ sdt garam
- 1 sdm tepung maizena (larutkan dengan sedikit air untuk pengental)
👩🍳 Cara Membuat Putu Mayang
1: Membuat Adonan Dasar
- Siapkan panci, masukkan tepung beras, gula pasir, garam, vanili bubuk, dan santan. Aduk rata menggunakan whisk hingga dipastikan tidak ada tepung yang menggumpal.
- Masak di atas kompor dengan api sedang cenderung kecil. Aduk terus tanpa henti agar bagian bawahnya tidak gosong.
- Masak hingga adonan mengental, menggumpal, dan kalis (tidak lengket di panci). Matikan api.
- Pindahkan adonan ke wadah besar, lalu diamkan hingga kondisinya hangat kuku.
2: Mencampur Tepung Tapioka & Mewarnai
- Setelah adonan hangat, masukkan tepung tapioka secara bertahap. Aduk atau uleni perlahan menggunakan centong nasi atau tangan hingga benar-benar tercampur rata dan kalis.
- Bagi adonan menjadi 3 bagian (atau sesuai selera):
- Bagian pertama diberi beberapa tetes pewarna hijau.
- Bagian kedua diberi beberapa tetes pewarna merah muda.
- Bagian ketiga dibiarkan tetap berwarna putih polos.
- Aduk masing-masing bagian hingga warnanya merata.
3: Mencetak dan Mengukus
- Siapkan kukusan yang sudah dipanaskan hingga airnya mendidih. Lapisi sarangan kukusan dengan daun pisang dan olesi dengan sedikit minyak sayur agar kue tidak lengket saat matang.
- Cara mencetak:
- Jika menggunakan cetakan putu mayang: Masukkan adonan, lalu tekan di atas daun pisang hingga membentuk gulungan mi melingkar.
- Jika tidak ada cetakan: Masukkan masing-masing adonan ke dalam kantong plastik segitiga (piping bag). Gunting kecil ujungnya, lalu semprotkan adonan membentuk lingkaran keriting kecil di atas daun pisang.
- Kukus putu mayang selama 10 hingga 15 menit dengan api sedang.
- Setelah matang, angkat dan biarkan hingga dingin di suhu ruang.
4: Membuat Kuah Kinca
- Campurkan santan, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan ke dalam panci.
- Rebus menggunakan api sedang sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Masak hingga gula larut sempurna dan mendidih.
- Tuangkan larutan tepung maizena, aduk cepat hingga kuah sedikit mengental. Matikan api.
- Saring kuah kinca agar bersih dari ampas gula merah.
Leave A Comment