Es Pisang Ijo atau Unti Moncongbulo adalah makanan khas Suku Makassar di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar. Makanan ini terbuat dari pisang yang dibungkus dengan adonan tepung berwarna hijau. Cara memasaknya dengan dikukus. Adonan terbuat dari tepung, air, dan pewarna hijau yang berasal dari daun suji atau pandan. Di Makassar, pisang ijo sering dijumpai saat bulan Ramadan karena menjadi menu buka puasa favorit Suku Makassar. Pilihan lain yang juga populer adalah es pallu butung dan es poteng, yang juga makanan khas Suku Makassar.

Sejarah dan Asal Usul Es Pisang Ijo

Es masuk ke Makassar kemungkinan besar karena hubungan perdagangan antara Makassar dan Jawa yang sudah ada sejak abad ke-17. Hubungan ini makin kuat pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, saat pemerintah kolonial Belanda menjadikan Makassar sebagai pelabuhan bebas.

Pada masa itu, Maskapai Pelayaran Kerajaan Belanda (KPM) menguasai jalur perdagangan antar pelabuhan, termasuk Makassar. Armada KPM yang besar membuat ekspor dan impor antara Makassar dan pelabuhan utama lainnya di Nusantara berjalan lancar dan besar.

Resep dan Cara Membuat Es Pisang Ijo

Bahan Utama & Kulit Hijau:

  • 6โ€“8 buah pisang raja atau pisang kepok tua yang manis
  • 125 gram tepung beras
  • 115 gram tepung terigu
  • 65 gram gula pasir
  • 300 ml santan cair
  • 300 ml air (atau air perasan daun pandan/suji)
  • 1/2 sdt garam
  • Pasta pandan secukupnya
  • 2 sdm margarin (opsional, agar lebih gurih dan lembut)

Bahan Bubur Sumsum / Vla:

  • 100 gram tepung beras
  • 65 ml santan kental
  • 650 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • 1/2 sdt garam

Pelengkap:

  • Sirup cocopandan secukupnya
  • Susu kental manis putih secukupnya
  • Es batu atau es serut secukupnya

Cara Membuat Es Pisang Ijo

1. Mengukus Pisang:

  • Kupas pisang yang sudah disiapkan.
  • Kukus pisang selama 10โ€“15 menit hingga matang dan empuk, lalu angkat dan sisihkan.

2. Membuat Adonan Kulit Hijau:

  • Campurkan tepung beras, tepung terigu, gula pasir, garam, santan, air pandan, dan pasta pandan ke dalam wadah. Aduk rata hingga tidak ada yang menggumpal.
  • Masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk perlahan sampai adonan mengental, kalis, dan tidak lengket di wajan. Matikan api.
  • Masukkan margarin, aduk rata kembali hingga adonan licin.

3. Membalut Pisang:

  • Ambil secukupnya adonan kulit hijau, lalu pipihkan di atas plastik bersih yang telah diolesi sedikit minyak agar tidak lengket.
  • Letakkan satu buah pisang di atas adonan pipih, lalu bungkus dan ratakan hingga seluruh permukaan pisang tertutup rapat.
  • Kukus kembali pisang yang telah dibalut selama 15โ€“20 menit dengan alas daun pisang atau kertas baking yang diolesi minyak agar tidak menempel. Angkat dan biarkan dingin.

4. Membuat Bubur Sumsum:

  • Campurkan tepung beras, santan, air, garam, dan daun pandan ke dalam panci.
  • Masak dengan api sedang cenderung kecil sambil terus diaduk cepat agar tidak menggumpal hingga mengental dan matang. Angkat.

5. Penyajian:

  • Potong-potong pisang ijo melintang sesuai selera.
  • Tata bubur sumsum dan potongan pisang ijo di atas mangkuk.
  • Beri tambahan es serut atau es batu, lalu siram dengan sirup cocopandan dan susu kental manis di atasnya. Es Pisang Ijo siap dinikmati.