Kue putu adalah makanan tradisional Indonesia. Terbuat dari tepung beras kasar, diisi gula jawa dan dibungkus parutan kelapa. Kue ini dikukus dalam tabung bambu yang dipadatkan. Biasanya dijual dari sore hingga malam. Suara uap dari alat kukus ini jadi tanda dan cara promosi pedagang. Kue putu biasa berwarna putih dan hijau.

Varian Putu Bugis dari Sulawesi Selatan biasanya dibuat dari beras ketan hitam tanpa gula, sehingga warnanya gelap atau hampir hitam. Putu Bugis sering dimakan dengan parutan kelapa dan sambal, dan biasanya dijual hanya pagi hari sebagai sarapan praktis. Melalui penyebaran orang Jawa dan Bugis, kue putu juga dikenal di negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Kue putu adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kelapa parut, dikukus menggunakan bambu sebagai cetakan.

Sejarah dan Asal Usul Kue Putu

Kue Putu mungkin berasal dari India, yaitu kue Puttu. Penyebarannya dipengaruhi oleh pedagang atau pendatang dari India. Di India, kue ini sudah ada sejak abad ke-15, sedangkan di Nusantara baru muncul pada abad ke-18 dan tercatat tahun 1814.

Menurut sejarah, kue putu adalah kue tradisional dari Tiongkok yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu pada masa Dinasti Ming. Awalnya, kue ini disebut Xian Roe Xiao Long, yaitu kue tepung beras yang diisi dengan kacang hijau lembut dan dimasak dalam cetakan bambu. Nama Putu mulai digunakan karena diambil dari teks sastra lama Serat Centhini yang ditulis tahun 1814 pada masa kerajaan Mataram.

Kue ini dibuat dari adonan tepung beras berwarna hijau yang dimasukkan ke dalam bambu kecil dengan gula merah di tengahnya. Setelah itu, kue putu dikukus di atas uap panas hingga mengeluarkan suara khas. Dalam naskah sastra lama Serat Centhini yang ditulis tahun 1814 pada masa kerajaan Mataram, disebutkan nama puthu. Dalam naskah itu, Ki Bayi Panurta meminta santrinya menyiapkan sarapan dengan serabi dan puthu. Di naskah lain juga disebutkan hal yang sama. Puthu biasanya disajikan sebagai kudapan pagi hari.

Resep dan Cara Membuat Kue Putu

Membuat kue putu klasik yang lembut dan harum dengan aroma pandan serta isi gula merah yang meleleh ternyata mudah dilakukan di rumah. Anda tidak perlu repot pakai cetakan bambu khusus. Cukup gunakan cetakan kue talam, mangkok kecil, atau gulungan daun pisang sebagai cetakan alami yang praktis dan ramah lingkungan.

Bahan-Bahan Utama

  • 300 gram tepung beras
  • 180 ml air panas
  • 1 sendok teh pasta pandan (atau air suji)
  • 1 sendok teh garam
  • 200 gram gula merah atau gula aren (disisir halus)
  • 200 gram kelapa parut setengah tua (untuk taburan)
  • Sedikit minyak goreng (untuk olesan cetakan)

Cara Membuat Adonan dan Taburan

  • Campur tepung beras dan garam, lalu tuang air panas yang sudah dicampur pasta pandan sedikit demi sedikit.
  • Aduk dan gosok-gosok dengan tangan sampai bertekstur seperti butiran pasir kasar atau bergerindil lembut.
  • Saring adonan tepung menggunakan saringan kawat agar butirannya halus dan rata.
  • Campur kelapa parut dengan sedikit garam dan selembar daun pandan, lalu kukus selama 10 menit.

Proses Pencetakan dan Pengukusan

  • Olesi cetakan kecil dengan sedikit minyak goreng.
  • Masukkan adonan tepung ke dalam cetakan hingga setengah penuh (jangan ditekan padat).
  • Beri isian sisiran gula merah di tengahnya.
  • Tutup kembali dengan sisa adonan tepung hingga penuh dan ratakan permukaannya.
  • Panaskan panci pengukus, lalu kukus kue selama 20 menit dengan api sedang hingga matang.
  • Keluarkan kue dari cetakan setelah agak dingin dan sajikan bersama taburan kelapa parut kukus.