Keumamah adalah makanan tradisional dari Aceh yang dibuat dari ikan tongkol, ikan cakalang, atau tuna. Keumamah juga dikenal sebagai ikan kayu karena teksturnya keras seperti kayu. Ikan ini diawetkan dengan beberapa langkah, yaitu membersihkan ikan, merebus, mengeringkan, dan menyimpan. Karena proses ini, keumamah bisa tahan lama sampai bertahun-tahun jika disimpan dalam kondisi kering dan tidak lembap.

Sejarah dan Asal Usul Keumamah

Selain memiliki peran yang sangat penting dalam budaya Aceh, Keumamah juga menyimpan nilai sejarah yang cukup berharga dan mendalam. Pada masa lalu, Keumamah digunakan sebagai salah satu logistik utama oleh para pejuang Aceh dalam perjuangan mereka melawan penjajah Belanda. Selain fungsi sejarah tersebut, Keumamah juga sering dijadikan sebagai hidangan utama yang wajib ada saat berlangsungnya berbagai pesta adat atau acara kenduri tradisional di Aceh, menandakan betapa istimewanya makanan ini dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.

Resep dan Cara Membuat Keumamah

Cara membuat Keumamah khas Aceh melibatkan bahan utama ikan kayu, bumbu halus, dan bumbu tumis. Resep lengkap dan panduannya bisa dilihat di bawah ini.

Bahan-Bahan Utama

  • Ikan Keumamah (Ikan Kayu): 2 potong atau suwiran secukupnya
  • Bumbu Giling: Cabe rawit, asam sunti, bawang merah, cabe merah, dan sedikit kunyit
  • Bumbu Rajang: Bawang merah iris, cabe hijau utuh/belah, dan daun kari (temurui)
  • Air dan Minyak: Secukupnya untuk menumis

Langkah-Langkah Pembuatan

  • Iris tipis atau suwir-suwir ikan keumamah, lalu rendam sebentar dalam air hangat selama 5 menit agar lebih lunak.
  • Panaskan minyak secukupnya di wajan, lalu tumis bumbu giling bersama daun kari hingga harum.
  • Masukkan irisan ikan keumamah ke dalam tumisan bumbu.
  • Tambahkan sedikit air, lalu masukkan bumbu rajang (irisan bawang merah dan cabe hijau).
  • Masak dan aduk rata sampai airnya menyusut, bumbu meresap matang, serta mengeluarkan aroma sedap.