Tahu campur adalah makanan khas dari Desa Padenganploso, Lamongan, Jawa Timur. Hidangan ini terdiri dari daging sapi kenyal, kikil, tahu goreng, perkedel singkong, mi kuning, dan sayuran segar seperti taoge dan selada air. Keistimewaannya ada pada bumbu petis, bawang goreng, dan sambal yang dicampur dengan kuah sop daging. Biasanya disajikan dengan kerupuk udang, tapi sekarang juga sering menggunakan kerupuk lain. Tahu campur tidak hanya populer di Lamongan, tapi juga mudah ditemukan di kota lain seperti Surabaya.
Sejarah dan Asal Usul Tahu Campur
Tahu campur adalah makanan khas Lamongan yang punya cerita sejarah menarik. Asalnya sering dikaitkan dengan koki dari zaman Belanda atau penjual soto yang kehabisan bahan dan mencoba membuat makanan baru. Hidangan tahu campur berasal dari desa Padenganploso, kecamatan Pucuk. Hal ini diperkuat dengan dibangunnya gapura bernama ‘Bumi Tahu Campur’ pada 4 September 2023, yang diresmikan oleh Bupati Lamongan saat itu, Yuhronur Efendi.
Menurut Sekretaris Desa Padenganploso, Mujalal, tahu campur sudah ada di Lamongan sejak zaman kolonial. Makanan ini diperkenalkan oleh seorang warga yang dulu bekerja sebagai juru masak tentara Belanda. Setelah pulang ke desanya, ia mulai mengenalkan tahu campur kepada masyarakat. Nama tahu campur berasal dari bahan utamanya yaitu tahu yang dicampur dengan berbagai bahan lain.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, Siti Rubikah, menceritakan cerita lain tentang asal usul Tahu Campur. Cerita ini bermula dari seorang petani yang juga penjual soto. Saat pulang, ia hanya punya sisa bahan soto seperti kuah soto, tahu, kubis, dan taoge. Pertama kali mencoba, rasanya kurang enak. Lalu ia menambahkan petis, yang membuat rasanya jadi enak sekali. Karena dorongan tetangga, menu ini mulai dijual dan bahan kubis diganti dengan selada, membuat rasanya makin lezat. Saat ditanya pembeli, petani itu bingung memberi nama makanan itu. Nama tahu campur muncul secara tidak sengaja dari seruan tetangga, dan nama itu dipakai sampai sekarang.
Resep dan Cara Membuat Tahu Campur
Resep tahu campur khas Jawa Timur (ala Lamongan) menggunakan bahan utama daging sapi, tahu goreng, dan perkedel singkong. Hidangan ini juga memakai mie kuning, tauge, selada, serta kuah kaldu gurih dengan bumbu petis.
Bahan-Bahan Utama
- 500 gram daging atau tetelan sapi (bisa campur urat/kilit)
- 4 buah tahu, goreng matang lalu potong-potong
- 150 gram mie kuning, seduh matang
- 100 gram tauge, seduh air panas
- 3 lembar daun selada, iris kasar
- Bahan Perkedel Singkong: 300 gram singkong parut, 2 siung bawang putih, 3 butir bawang merah, sedikit jintan, dan garam (aduk rata, bentuk, lalu goreng)
Bumbu Halus Kuah
- 10 siung bawang putih
- 7 siung bawang merah
- 1 ruas kunyit
- 2 cm jahe dan 2 cm kencur
- 1/2 sdm ketumbar dan 1 sdt merica
- 1/4 sdt jintan
- 2 sdm petis udang
- Batang sereh, lengkuas, daun jeruk, dan daun salam
Cara Membuat
- Rebus Daging: Didihkan air, masukkan daging sapi hingga empuk. Angkat daging, potong dadu, lalu masukkan kembali ke dalam air rebusan kaldu.
- Tumis Bumbu: Haluskan bumbu kuah lalu tumis bersama sereh, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk hingga harum dan matang.
- Campur Kuah: Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci rebusan daging. Tambahkan garam, gula, dan lada. Masak dengan api kecil agar bumbu meresap.
- Buat Sambal Petis: Campurkan petis udang dengan sedikit bawang putih goreng yang sudah dihaluskan dan air hangat, masak sebentar hingga mengental.
- Penyajian: Tata mie, tauge, selada, potongan tahu, potongan perkedel singkong, dan daging di atas mangkuk. Tambahkan petis, lalu siram dengan kuah kaldu daging panas.
Leave A Comment