Bika Ambon (Jawi: بيكا امبون) adalah kue tradisional dari Medan, Indonesia. Kue ini dibuat dari tepung tapioka, telur, gula, dan santan. Bika Ambon dimasak selama 12 jam agar tetap segar dan enak hingga empat hari, karena setelah itu kue akan mulai mengeras. Kue basah ini biasanya memiliki pola seperti sarang laba-laba di dalamnya.

Bika Ambon juga dijual dengan berbagai rasa, seperti pandan, coklat, dan keju. Kue ini mirip dengan yang disebut “Medan Perang”. Kenapa disebut Medan Perang? Karena Bika Ambon terlihat seperti berasal dari Ambon, padahal sebenarnya dari Medan. Hal ini sering disebut “prank” oleh beberapa pengguna internet. Jadi, kata kunci “Medan” dan “Prank” digabung menjadi “Medan Perang”.

Sejarah dan Asal Usul Bika Ambon

Hingga sekarang, belum ada studi tunggal tentang asal usul kue bika ambon. Namun, ada beberapa cerita tentang sejarah kue ini. Menurut M. Muhar Omtatok, seorang budayawan dan sejarawan, kue bika ambon terinspirasi dari Bika atau Bingka, makanan khas Melayu. Kemudian, bingka ini diubah dengan bahan pengembang nira atau tuak enau sehingga berongga dan berbeda dari bika aslinya. M. Muhar Omtatok juga mengatakan kue ini disebut bika ambon karena pertama kali dijual dan populer di persimpangan Jalan Ambon-Sei Kera Medan. Versi lain mengatakan kata “Ambon” dalam bika ambon adalah singkatan dari Amplas Kebon, karena orang Medan sering memendekkan kata dengan dialek mereka.

Cerita ini bermula pada masa kolonial Belanda, ketika para imigran di daerah Amplas sisi timur sungai (Amplas Kebon) membuat kue bikang dan menjualnya ke Kota Medan. Kue ini menjadi populer karena disukai oleh warga Belanda dan Tionghoa saat itu. Ada juga versi lain yang mengatakan, meskipun tanpa bukti kuat, bahwa orang Ambon pernah membawa kue bingka ke Malaysia, yang mungkin memengaruhi nama kue itu di sana. Versi lain menyebutkan bahwa kata “Ambon” di daerah Medan berarti “lembut.” Namun sekarang kata ini jarang dipakai sehari-hari, sehingga asal-usulnya menjadi tidak jelas dan menimbulkan berbagai tafsir budaya.

Resep dan Cara Membuat Bika Ambon

Membuat bika ambon yang kenyal, lembut, dan bersarang butuh proses fermentasi dan cara pemanasan khusus. Bahan utama terdiri dari 300 ml santan kental, rempah seperti serai, daun jeruk, daun pandan, ragi instan, 150 gram tepung tapioka, gula pasir, dan telur.

Bahan-Bahan Bika Ambon

Bahan A (Biang) :

  • 1 sendok teh ragi instan
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok makan tepung terigu
  • 50–75 ml air hangat

Rebusan Santan :

  • 300 ml santan kental (dari 1 butir kelapa)
  • 2 batang serai (memarkan)
  • 10–12 lembar daun jeruk purut
  • 2 lembar daun pandan
  • 1 sendok teh kunyit bubuk (atau 2 sendok makan air perasan kunyit)
  • ½ sendok teh garam

Adonan Utama :

  • 5–10 kuning telur dan 1–2 telur utuh (sesuaikan tingkat ekonomis/premium)
  • 150–200 gram gula pasir
  • 150 gram tepung tapioka
  • 30–40 gram margarin/mentega (lelehkan)

Cara Membuat Bika Ambon

  1. Membuat Biang: Campurkan semua Bahan A (ragi, gula, terigu, air hangat). Aduk rata dan diamkan selama 10–15 menit hingga berbusa tanda ragi aktif.
  2. Merebus Santan: Rebus santan bersama serai, daun jeruk, daun pandan, kunyit bubuk, dan garam dengan api kecil sambil diaduk agar santan tidak pecah. Setelah mendidih, angkat, saring, dan biarkan hingga suam-suam kuku atau dingin.
  3. Mengocok Telur dan Gula: Kocok lepas atau mixer telur bersama gula pasir dengan kecepatan rendah hingga gula larut dan mengembang pucat.
  4. Mencampur Adonan: Masukkan tepung tapioka secara bertahap ke dalam kocokan telur. Tuangkan perasan santan dingin secara perlahan disusul dengan air biang ragi yang sudah berbusa. Aduk rata, lalu masukkan margarin cair.
  5. Fermentasi: Tutup wadah adonan dengan serbet atau plastik wrap. Diamkan (fermentasi) selama 2 hingga 3 jam agar muncul gelembung-gelembung udara.
  6. Memanggang:
    • Aduk sebentar adonan yang sudah diistirahatkan untuk membuang buih berlebih.
    • Panaskan loyang atau cetakan di dalam oven atau di atas kompor (biasanya dialasi seng/pasir agar panas stabil).
    • Tuang adonan ke dalam loyang panas. Panggang dengan pintu oven sedikit terbuka di awal agar sarang/rongga bawahnya terbentuk sempurna.
    • Setelah permukaan berlubang dan bergelembung, tutup atau panggang dengan api atas bawah hingga matang kecoklatan.