Untuk warga Sumatera Utara pasti sering mendengar sambal andaliman dari Batak. Ternyata ada sambal lain yang menjadi ciri khas masyarakat Batak yakni Sambal Tuktuk. Pernah mendengar Sambal Tuktuk? Berikut detikSumut sajikan informasi tentang Sambal Tuktuk.
Makanan ini sudah tidak asing lagi. Namanya Sambal Tuktuk karena saat mengulek cabai terdengar suara “Tuk Tuk Tuk.” Makanan ini asli dari Batak, daerah Tapanuli, tapi namanya juga dikenal di masyarakat Jawa di Sumatera Utara. Perbedaan Sambal Tuktuk Batak dan Jawa adalah sambal Batak menggunakan andaliman sebagai campuran.
Sejarah dan Asal Usul Sambal Tuktuk
Di daerah asalnya, Sambal Tuk Tuk biasanya disajikan dengan Ikan Aso Aso atau Ikan Kembung kering atau Ikan Gadapang bakar yang dicampur dengan sambal hingga rata. Sambal Tuk Tuk dibuat dengan alasan khusus. Di balik namanya ada cerita asalnya. Dulu, masyarakat Tapanuli mengalami kesulitan ekonomi, sehingga mereka menjadi lebih hemat dalam mengelola makanan.
Sambal Tuk Tuk dibuat hanya dengan diulek dan disajikan langsung tanpa dimasak, jadi lauk yang sederhana dan mudah. Mereka memilih lauk ini untuk makanan sehari-hari bukan tanpa alasan. Di balik itu semua, ada usaha keras orang tua yang ingin anaknya sekolah setinggi mungkin, jadi mereka tidak terlalu memikirkan soal makanan, kata Cahaya, narasumber dari Tapanuli Selatan.
Sekarang, Sambal Tuk Tuk semakin dikenal dan disukai. Banyak orang mulai mencoba membuat berbagai versi Sambal Tuk Tuk, seperti keluarga Awal. Istrinya membuat Sambal Tuk Tuk yang menarik dan menggugah selera. Dengan bahan sederhana seperti cabai, bawang merah, bawang putih, jeruk nipis, tomat, garam, ikan nila, dan minyak goreng, istri Awal membuat sambal yang pedas dan segar saat dimakan.
Resep dan Cara Membuat Sambal Tuktuk
Sambal tuktuk adalah sambal dari Batak, Sumatra Utara. Rasanya pedas, gurih, dan segar. Ciri khasnya pakai andaliman dan ikan asin atau ikan asap seperti tongkol, kembung, atau teri yang ditumbuk atau digeprek di atas cobek.
Bahan-Bahan Utama
- 10–15 buah cabai merah keriting dan cabai rawit (sesuai selera pedas)
- 6–8 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 1 sdt andaliman
- 50–100 gram ikan asin (tongkol asin atau ikan asap), dibakar atau digoreng garing
- 1 buah tomat
- 1 buah jeruk nipis (ambil air perasannya)
- Garam dan kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat
- Siapkan Bahan: Rebus atau sangrai sebentar cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat hingga layu.
- Ulek Bumbu: Letakkan cabai, bawang, tomat, andaliman, dan garam di atas cobek. Ulek atau tumbuk kasar (jangan terlalu halus).
- Masukkan Ikan: Tambahkan ikan asin atau ikan asap yang sudah digoreng/dibakar ke dalam cobek berisi bumbu. Tumbuk kasar kembali bersama cabai hingga daging ikan suwir menyatu dengan sambal.
- Beri Perasan Jeruk: Kucuri dengan air perasan jeruk nipis, aduk rata, dan koreksi rasa.
- Sajikan: Sambal tuktuk siap dinikmati bersama nasi hangat.
Leave A Comment