Kapurung (Bahasa Tae’: Pugalu) adalah makanan tradisional dari Sulawesi Selatan khususnya di wilayah Luwu. Selain sebagai makanan tradisional, kapurung juga dikenal sebagai makanan yang menyatukan diaspora Luwu di perantauan. Kapurung termasuk makanan berat karena mengandung karbohidrat dari tepung, protein, dan gizi lain dari lauk dan sayuran yang disajikan bersama.

Meskipun makanan tradisional, kapurung mulai dikenal luas. Selain dijual di warung khusus di Makassar, kapurung juga sudah ada di beberapa restoran bersama makanan modern. Hal ini menunjukkan bahwa kapurung kini bukan hanya makanan khas daerah, tapi juga makanan nasional.

Sejarah dan Asal Usul Kapurung

Kapurung adalah makanan khas dari sagu yang menjadi simbol kuliner Luwu Raya. Kapurung sudah ada sejak abad ke-13, pada zaman kerajaan Bugis-Makassar. Saat itu, masyarakat Sulawesi Selatan sudah mengenal pertanian dan menggunakan berbagai tumbuhan liar sebagai makanan.

Kapurung adalah kebiasaan masyarakat Desa Takkalala yang termasuk dalam kategori anre pong, yaitu makanan berat. Kapurung sering dimakan pada siang hari sebagai makan siang untuk mengisi energi setelah bekerja keras. Kebiasaan makan kapurung di siang hari adalah warisan dari orang tua dan dianggap lebih cocok dibandingkan makan malam. Pada malam hari, kapurung biasanya hanya dimakan saat bulan puasa setelah berbuka. Makanan ini juga bukan hanya menu sahur. Tradisi membuat dan menyantap kapurung terus diteruskan dari generasi ke generasi.

Bahan-Bahan Utama

  • Adonan Sagu: 200 gram tepung sagu, air secukupnya untuk melarutkan, dan air mendidih.
  • Ikan Kuah Kuning: 2 ekor ikan (seperti nila atau ikan layang), bubuk kunyit, air asam jawa, garam, dan air secukupnya.
  • Sayuran: 1 buah jagung manis (disisir), bayam, kacang panjang, dan terong secukupnya.
  • Pelengkap Sambal & Bumbu: Kacang tanah goreng (dihaluskan), cabai rawit, terasi, dan perasan jeruk nipis.

Cara Membuat

  1. Memasak Ikan: Rebus ikan dengan bumbu kunyit, air asam jawa, dan garam hingga matang. Pisahkan daging ikan dari durinya lalu suwir-suwir, sisihkan air rebusannya untuk kuah.
  2. Membuat Adonan Sagu: Larutkan tepung sagu dengan sedikit air dingin. Siram dan aduk dengan air mendidih secara perlahan hingga sagu mengental dan bening. Bentuk adonan sagu menjadi bulatan-bulat kecil menggunakan sumpit.
  3. Merebus Sayur: Didihkan air, masukkan jagung manis, kacang panjang, terong, dan sayuran hijau seperti bayam hingga matang, lalu bumbui dengan garam dan kaldu.
  4. Penyajian: Campurkan bulatan sagu, sayuran, suwiran ikan, dan ulekan sambal kacang ke dalam mangkuk besar. Siram dengan kuah panas dan tambahkan perasan jeruk nipis sesuai selera.