Lapis Kojo Palembang merupakan hidangan pencuci mulut yang sangat populer karena memiliki aroma pandan yang sangat wangi. Selain itu, tekstur kue ini terasa sangat legit sekaligus lembut saat digigit oleh para pecinta kuliner manis. Kemudian, warna hijau alami pada setiap lapisannya berasal dari perasan daun suji serta daun pandan pilihan. Terakhir, sajian istimewa tersebut menjadi pilihan utama masyarakat Sumatera Selatan untuk merayakan momen hari raya Idul Fitri.

Selanjutnya, proses pembuatan kue tradisional ini membutuhkan ketelitian tinggi karena juru masak memanggang adonan lapis demi lapis. Sementara itu, penggunaan santan kental berkualitas memberikan rasa gurih yang menyatu sempurna dengan manisnya gula asli. Alhasil, kombinasi bahan alami tersebut menghasilkan cita rasa otentik yang selalu dirindukan oleh banyak orang hingga kini.

Sejarah Lapis Kojo Khas Palembang

Secara historis, istilah unik tersebut berasal dari kata kemojo atau kamboja karena bentuk loyang tradisionalnya menyerupai bunga. Selain itu, penganan manis ini merupakan hasil evolusi menarik dari teknik pembuatan bolu yang mendapat pengaruh budaya Tiongkok. Kemudian, para pengrajin kue lokal mengadaptasi bahan-bahan berkualitas untuk menciptakan hidangan istimewa bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Berbeda dengan lapis legit yang kering, tekstur kue khas Palembang ini cenderung jauh lebih basah, tebal, serta padat. Sementara itu, perpaduan aroma pandan dan santan kental menciptakan sensasi rasa yang sangat autentik pada setiap potongan kuenya. Alhasil, hidangan ini tetap menjadi simbol kemewahan yang selalu hadir untuk memeriahkan suasana Lebaran serta berbagai acara adat.

Berikut adalah resep dan cara membuat Lapis Kojo khas Palembang:

Bahan-Bahan

  • Telur: 20 butir telur utuh dan 5 butir kuning telur.
  • Gula Pasir: 400 gram.
  • Tepung Terigu: 175 gram (protein sedang).
  • Santan: 750 ml – 900 ml santan kental (bisa menggunakan campuran santan instan dan air).
  • Jus Pandan: 100 ml – 250 ml (hasil blenderan daun pandan dan daun suji yang disaring).
  • Margarin: 200 gram (dilelehkan dan didinginkan).
  • Kental Manis: 1 kaleng (sekitar 370 gram).
  • Bahan Tambahan: 1 sdt vanili bubuk, sedikit garam, dan pasta pandan secukupnya untuk memperkuat warna.

Langkah-Langkah Pembuatan

  1. Persiapan Adonan Telur:
    Kocok telur (utuh dan kuning telur) bersama gula pasir dan vanili menggunakan mixer selama kurang lebih 5 menit hingga gula larut dan sedikit mengembang.
  2. Pencampuran Bahan:
    • Masukkan kental manis, aduk hingga rata menggunakan mixer kecepatan rendah.
    • Tambahkan tepung terigu secara bertahap, aduk dengan whisk hingga tidak ada gumpalan.
    • Tuangkan jus pandan, santan, dan margarin cair yang sudah dingin. Aduk kembali hingga benar-benar rata.
  3. Penyaringan:
    Saring seluruh adonan untuk memastikan tekstur yang halus dan bebas gumpalan tepung.
  4. Persiapan Loyang:
    Gunakan loyang ukuran 20×20 cm. Olesi bagian bawah dengan margarin dan alasi dengan kertas roti (baking paper). Panaskan oven terlebih dahulu selama 10-15 menit pada suhu 200°C.
  5. Proses Pemanggangan Selapis Demi Selapis:
    • Lapisan Pertama: Tuang sekitar 100-150 ml adonan (sekitar 2 centong). Panggang menggunakan api atas bawah selama 10-12 menit hingga permukaan kecokelatan.
    • Lapisan Kedua & Seterusnya: Tekan perlahan permukaan lapisan yang sudah matang agar rata (tusuk gelembung jika ada). Tuangkan kembali adonan dengan jumlah yang sama. Untuk lapisan ini dan seterusnya, gunakan api atas saja.
    • Ulangi: Lakukan terus hingga adonan habis. Pastikan adonan selalu diaduk sebelum dituang ke loyang.
    • Lapisan Terakhir: Setelah adonan terakhir dituang, gunakan kembali api atas bawah selama 15 menit agar seluruh bagian matang sempurna.
  6. Pendinginan:
    Biarkan kue benar-benar dingin di dalam loyang sebelum dikeluarkan. Sisir bagian pinggir loyang dengan pisau, lalu balik perlahan dan potong sesuai selera.