Lamang tapai adalah makanan ringan khas Sumatera Barat, Indonesia. Rasanya manis dan lezat dengan sentuhan rasa fermentasi yang khas. Biasanya makanan ini banyak ditemukan saat perayaan Idul Fitri, pernikahan, pesta adat, atau acara khitanan. Selain itu, makanan ini juga sering dijual sebagai hidangan berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Ada dua cara menikmati lamang tapai. Pertama, kedua bahan tersebut diaduk bersama seperti kolak. Cara kedua, lamang yang sudah diiris tipis dicelupkan ke dalam tapai sebelum disantap.
Sejarah Tradisi Lamang Tapai Khas Minangkabau
Dalam tradisi Minangkabau, dahulu lamang tapai dijadikan buah tangan dari menantu perempuan untuk mertuanya. Menantu perempuan membawa hidangan ini sebagai simbol untuk menyampaikan kondisi kehidupan rumah tangganya kepada mertuanya. Keharmonisan hubungan keluarga dinilai melalui rasa lamang tapai yang disajikan. Selain itu, makanan ini juga dibawa saat upacara manjapuik marapulai.
Saat ini, lamang tapai sering ditemui pada bulan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, peringatan Maulid Nabi, peringatan wafat, saat bertamu, dan acara baralek atau pesta pernikahan. Masyarakat Minang biasanya membuatnya menjelang hari-hari istimewa tersebut. Tradisi ini dikenal dengan sebutan malamang dan dilakukan secara gotong royong.
Bahan-bahan Lamang:
- 1 liter beras ketan putih (cuci bersih, rendam 1-2 jam, tiriskan)
- 700-800 ml santan kental (dari 1-2 butir kelapa)
- 1 sdt garam
- 2-3 lembar daun pandan
- Bambu muda (ruas panjang) dan daun pisang muda untuk alas.
Bahan-bahan Tapai Ketan Hitam:
- 500 gr beras ketan hitam
- 2 keping ragi tape, haluskan
- 1 sdm gula pasir (opsional, untuk mempercepat fermentasi)
- Air panas secukupnya
Cara Membuat Lamang:
- Persiapan Bambu: Bersihkan bagian dalam bambu, lapisi dengan daun pisang muda hingga rapat.
- Memasak: Campurkan ketan dengan santan, garam, dan pandan (bisa diaron atau langsung dimasukkan). Masukkan ketan ke dalam bambu hingga 3/4 penuh.
- Pembakaran: Bakar bambu di atas bara api, miringkan, sambil diputar-putar selama 4-5 jam hingga matang dan beraroma harum.
- Pendinginan: Setelah matang, angkat dan dinginkan. Belah bambu untuk mengambil lamang.
Cara Membuat Tapai:
- Kukus ketan hitam hingga matang, lalu siram air panas dan kukus kembali hingga tanak.
- Dinginkan ketan hitam di atas tampah hingga benar-benar dingin.
- Taburkan ragi yang sudah dihaluskan secara merata.
- Simpan dalam wadah tertutup rapat selama 2-3 hari hingga berair dan beraroma manis asam.
Penyajian: Potong-potong lamang, sajikan di piring, dan tuang tapai ketan hitam di atasnya.
Leave A Comment