Kue Bingka adalah kue khas Suku Banjar dari Kalimantan Selatan. Rasanya manis, lezat, dan lembut. Bingka adalah salah satu kue yang disajikan dalam tradisi Suku Banjar dengan 41 jenis kue untuk acara istimewa seperti pernikahan atau selamatan. Meskipun tersedia sepanjang tahun, bingka paling populer saat bulan Ramadan karena cocok untuk hidangan berbuka puasa.

Bingka dibuat dari bahan-bahan seperti tepung terigu, telur, santan, gula pasir, dan garam. Biasanya, bingka dipanggang dalam cetakan berbentuk bunga. Ada berbagai rasa bingka, seperti bingka tapai ketan, bingka kentang, bingka labu, bingka pandan, dan bingka kelapa. Selain itu, ada jenis bingka lain yang disukai orang Banjar saat bulan puasa, yaitu “bingka barandam” yang cara membuatnya sedikit berbeda. Satu loyang bingka biasanya cukup untuk enam orang.

Sejarah dan Asal Usul Kue Bingka

Kue Bingka adalah makanan tradisional dari suku Banjar, Kalimantan Selatan. Rasanya manis, gurih, dan teksturnya lembut. Konon, kue ini dibuat pertama kali oleh Putri Junjung Buih dari Kerajaan Negara Dipa. Bingka biasanya disajikan saat pernikahan atau bulan Ramadhan sebagai makanan istimewa.

Bahan-bahan:

  • Kentang: 200–250 gram (kukus dan haluskan).
  • Telur: 3–4 butir (bisa menggunakan telur bebek untuk rasa lebih gurih).
  • Santan: 200–250 ml santan kental (sebaiknya dimasak sebentar dengan daun pandan agar wangi).
  • Gula Pasir: 150 gram (sesuai selera).
  • Tepung Terigu: 20 gram.
  • Tepung Beras: 10 gram.
  • Margarin: 1 sdm (lelehkan).
  • Pelengkap: Garam secukupnya, vanili bubuk, dan pasta pandan (jika ingin varian hijau).

Cara Membuat:

  1. Kocok Telur dan Gula: Gunakan whisk atau mikser hingga gula larut dan telur sedikit mengembang.
  2. Campur Bahan: Masukkan kentang yang sudah dihaluskan, tepung terigu, tepung beras, garam, dan vanili. Aduk rata.
  3. Tambahkan Cairan: Tuangkan santan perlahan sambil diaduk. Masukkan margarin cair, aduk hingga adonan mulus (bisa disaring agar tidak ada gumpalan).
  4. Siapkan Loyang: Olesi loyang (biasanya berbentuk bunga) dengan sedikit minyak atau margarin. Panaskan loyang sebentar sebelum menuang adonan.
  5. Pemanggangan: Panggang dalam oven dengan suhu 170–180°C selama 40–50 menit hingga permukaan berwarna kecokelatan.
  6. Penyajian: Biarkan dingin sepenuhnya di suhu ruang sebelum dikeluarkan dari loyang agar tidak hancur.

2. Resep Bingka Bakar / Bingke (Khas Pontianak)

Bingke Pontianak seringkali tidak menggunakan kentang dan memiliki tekstur yang lebih creamy karena penggunaan susu atau kental manis.

Bahan-bahan:

  • Tepung Terigu: 100 gram.
  • Tepung Maizena: 30 gram.
  • Telur: 3 butir.
  • Santan: 450 ml (agak kental).
  • Susu Kental Manis (SKM): 3 saset.
  • Gula Pasir: 120 gram.
  • Margarin: 50 gram (lelehkan).
  • Topping: Wijen secukupnya (opsional).

Cara Membuat:

  1. Aduk Adonan: Campur telur dan gula hingga larut. Tambahkan SKM, tepung terigu, maizena, vanili, dan garam. Aduk hingga rata.
  2. Masukkan Santan: Tuangkan santan dan margarin leleh secara bertahap sambil terus diaduk.
  3. Saring: Saring adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi minyak untuk memastikan tekstur sangat lembut.
  4. Bakar/Panggang: Taburi wijen di atasnya, lalu panggang dengan suhu 170°C selama 1 jam menggunakan api atas bawah.

Tips Tambahan:

  • Santan Kental: Gunakan santan segar yang kental agar hasil kue lebih gurih dan mengeluarkan minyak alami saat dipanggang.
  • Loyang Panas: Untuk hasil bingka yang “berserat” di bagian luar, pastikan loyang sudah dalam keadaan panas saat adonan dituang.
  • Variasi Lain: Anda juga bisa mencoba varian lain seperti Bingka Singkong yang menggunakan parutan singkong sebagai pengganti kentang/terigu.