Karedok adalah makanan khas Sunda dari Indonesia yang mirip dengan lotek. Karedok dibuat dari sayuran mentah seperti mentimun, taoge, kol, kacang panjang, ubi, labu siam, daun kemangi, dan terong atau leunca. Sausnya adalah bumbu kacang yang terbuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula kawung, garam, dan terasi.

Salah satu ciri dari karedok adalah menggunakan oncom bakar. Bila tidak menggunakan oncom bakar disebutnya lotek mentah walau tidak semua begitu.

Sejarah dan Asal Usul Karedok

Pada waktu itu Sumedang dipimpin oleh Bupati Pangeran Aria Suria Atmaja yang suka menangkap ikan di sungai dengan jala, disebut ngalintar. Saat Pangeran Aria beristirahat, warga Racakeong memberi hidangan karedok terong. Pangeran sangat menikmati rasanya.

Setelah pulang dari Ngalintar, ia menceritakan pengalaman menikmati karedok kepada sesepuh Sumedang. Sesepuh itu jadi penasaran dan ingin mencoba. Setelah mencicipi, sesepuh Sumedang merasakan kenikmatan yang sama. Sejak saat itu, Rancakeong diganti namanya menjadi Desa Karedok sampai sekarang.

Resep dan Cara Membuat Karedok

Bahan-Bahan Karedok

  • 100 gram kacang tanah (goreng)
  • 5 buah cabai rawit (sesuai selera)
  • 1 siung bawang putih
  • 1 ruas kencur
  • 1/2 sdt terasi bakar
  • 50 gram gula merah
  • 1 sdm air asam jawa
  • 1 buah jeruk limau
  • Garam secukupnya
  • Air matang secukupnya
  • Sayuran mentah (kacang panjang, kol, timun, tauge, terong bulat, dan daun kemangi)

Cara Membuat Karedok

  • Cuci bersih semua sayuran, lalu iris halus atau potong kecil-kecil.
  • Haluskan cabai rawit, bawang putih, kencur, terasi, dan garam di atas cobek.
  • Masukkan gula merah, ulek kembali hingga tercampur rata.
  • Tambahkan kacang tanah goreng, ulek sampai halus atau sesuai tingkat kekasaran yang diinginkan.
  • Tuangkan air asam jawa dan sedikit air matang, lalu beri perasan jeruk limau dan aduk rata.
  • Masukkan semua potongan sayuran mentah ke dalam bumbu kacang.
  • Aduk rata hingga sayuran berlumur bumbu, lalu sajikan.