Babi guling Khas bali (di Bali disebut be guling) adalah hidangan khas yang terbuat dari anak babi betina atau jantan yang perutnya diisi dengan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon, kemudian dipanggang sambil diputar hingga matang.

Ciri khasnya adalah kulit yang berubah warna menjadi kecokelatan dan renyah. Awalnya, babi guling disajikan dalam upacara adat maupun keagamaan, namun kini telah menjadi hidangan populer yang dijual di warung, rumah makan, bahkan hotel-hotel tertentu di Bali dan wilayah lainnya.

Nama babi guling mengacu pada teknik pengolahannya yang khas. Sebelum dipanggang, isi perut babi utuh dibersihkan dan dibumbui secara menyeluruh. Proses memasak dilakukan dengan memanggang seluruh karkas babi di atas bara api sambil terus digulingkan agar matang merata. Babi yang sudah matang ditandai dengan perubahan warna kulitnya dari putih menjadi cokelat kemerahan.

Tradisi Sejarah dan Asal Usul Babi Guling

Asal usul kuliner ini belum diketahui secara pasti. Namun, dalam kesusastraan Hindu, yaitu Lontar Sundarigama, disebutkan bahwa dalam pelaksanaan yajna pada wuku wariga, salah satu sarana upakara yang digunakan adalah babi guling atau guling itik yang dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Selanjutnya, dalam Lontar Raja Purana disebutkan bahwa pada upacara kurban pebalik sumpah, yang dilaksanakan saat usabha posya di bulan Desember, babi guling juga digunakan sebagai sesaji persembahan.

Bahan Utama:

  • 1 ekor babi muda (sekitar 10-15 kg) atau samcan babi (untuk versi rumahan)
  • Daun singkong/daun belimbing (direbus) untuk isian 

Bumbu Halus (Basa Genep):

  • Bawang merah & Bawang putih (banyak)
  • Kunyit, Jahe, Kencur, Lengkuas
  • Ketumbar, Merica, Pala, Kemiri, Tangkai Cengkeh
  • Terasi & Cabe rawit (sesuai selera)
  • Sereh & Daun Jeruk (iris halus)
  • Garam, Gula merah, & Penyedap 

Cara Membuat:

  1. Persiapan Babi: Bersihkan babi, cuci dengan air panas, dan keringkan. Lumuri seluruh permukaan dengan campuran garam dan kunyit.
  2. Isian: Tumis bumbu halus (basa genep) hingga harum. Campurkan dengan daun singkong rebus, lalu masukkan ke dalam perut babi. Jahit perut babi dengan rapi.
  3. Pemanggangan: Tusuk babi dengan bambu dari mulut ke belakang, ikat kaki-kakinya.
  4. Bumbu Kulit (Glowing): Panggang babi di atas bara api sambil diputar. Olesi kulit secara berkala dengan air kelapa, air kunyit, atau campuran minyak-kecap agar garing dan mengkilap.
  5. Penyelesaian: Panggang selama kurang lebih 2-4 jam (tergantung ukuran) hingga matang sempurna dan kulitnya crispy.