Rawon (Aksara Jawa:ꦫꦮꦺꦴꦤ꧀) adalah salah satu masakan khas yang sangat terkenal dari Indonesia, tepatnya berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Hidangan ini berupa sup daging dengan kuah berwarna hitam pekat yang unik, yang dibuat menggunakan campuran bumbu khas tradisional termasuk bahan utama kluwek. Hidangan ini sudah ada dan dinikmati selama lebih dari 1.000 tahun, menunjukkan betapa kaya dan panjang sejarah kuliner ini. Rawon dari Ponorogo kemudian menyebar luas ke seluruh penjuru Jawa Timur dan menjadi salah satu masakan yang sangat identik dan dikenal luas sebagai ciri khas kuliner dari daerah Jawa Timur.
Sejarah dan Asal Usul Rawon
Rawon adalah salah satu makanan tradisional tertua yang sudah dikenal sejak zaman Jawa kuno. Hidangan ini disebut dalam karya sastra Kakawin Ramayana yang ditulis oleh Mpu Walmiki pada tahun 898-910 Masehi. Dalam teks itu, rawon dijelaskan sebagai masakan daging dengan kuah hitam seperti rawa, yang disebut warawan atau rarawwan.
Selain itu, rawon juga tercatat sebagai salah satu menu makanan yang disajikan untuk para tamu yang menghadiri upacara penghormatan kepada Sang Hyang Vatu Sima, sebagaimana tertulis dalam Prasasti Taji pada tahun 901 Masehi. Dalam prasasti tersebut, hidangan ini disebut warawan, yang kemudian menjadi asal-usul nama rawon yang kita kenal hingga saat ini.
Resep dan Cara Membuat Rawon
Rawon adalah sup daging sapi berkuah hitam khas Jawa Timur yang menggunakan keluwak sebagai bumbu utama. Resep ini memakai 500 gram daging sandung lamur, 4 buah keluwak, bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jintan, jahe), serta lengkuas, serai, dan daun jeruk untuk aroma yang harum dan gurih.
Bahan-Bahan Utama
- Daging sapi: 500 gram (bagian sandung lamur atau sengkel), potong dadu
- Air: 2 liter
- Daun jeruk purut: 4-5 lembar
- Serai: 2 batang, memarkan
- Daun salam: 2 lembar
- Lengkuas: 2 ruas, memarkan
- Garam, gula, dan kaldu sapi: Secukupnya
Bumbu Halus
- Bawang merah: 6 siung
- Bawang putih: 4 siung
- Keluwak: 4 buah (ambil isinya, pastikan tidak pahit, lalu rendam air panas)
- Kemiri: 4 butir, sangrai
- Ketumbar: 1 sendok teh
- Jintan: 1/2 sendok teh
- Jahe: 1 ruas
- Kunyit: 1 ruas (opsional)
Cara Membuat
- Rebus daging: Didihkan air, masukkan daging sapi. Buang air rebusan pertama jika perlu, lalu rebus kembali dengan air bersih sampai daging setengah empuk.
- Tumis bumbu: Haluskan semua bahan bumbu halus, lalu tumis bersama serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas sampai harum dan matang.
- Campurkan bumbu: Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci rebusan daging sapi.
- Masak hingga meresap: Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak dengan api kecil sampai daging benar-benar empuk dan kuah rawon menghitam pekat.
- Sajikan: Hidangkan selagi hangat bersama nasi putih, tauge pendek, telur asin, sambal terasi, dan kerupuk udang.
Leave A Comment