Kue maksuba adalah salah satu kudapan khas Sumatera Selatan dan tergolong sebagai jenis kue lapis. Kue maksuba termasuk ke dalam kue basah dan memiliki rasa manis serta gurih. Memiliki ciri khas berwarna kekuningan dengan garis-garis kehitaman di tengahnya yang tampak seperti kue lapis.

Kue Maksuba punya arti khusus sebagai simbol kesabaran. Kesabaran ini penting karena kue dibuat dengan hati-hati dan teliti, lapis demi lapis sampai matang sempurna. Ini mengajarkan kita bahwa dalam hidup, kita harus sabar untuk mencapai tujuan. Sama seperti menikmati rasa manis dan gurih kue Maksuba, kita perlu sabar selama proses pembuatannya.

Sejarah dan Asal Usul Kue maksuba

Kue Maksuba adalah kue tradisional dari Palembang yang berasal dari zaman Kesultanan Palembang Darussalam. Dulu, kue ini hanya disajikan untuk bangsawan dan tamu penting sebagai tanda penghormatan. Kue ini unik karena tidak memakai tepung, banyak menggunakan telur bebek, rasanya manis dan gurih, serta dibuat berlapis dengan sangat teliti.

Bahan-Bahan

  • Telur: 25 butir (disarankan menggunakan telur bebek untuk tekstur lebih lembut dan warna lebih cantik, namun bisa dicampur atau diganti telur ayam).
  • Gula Pasir: 400 – 500 gram (sesuai selera tingkat kemanisan).
  • Susu Kental Manis: 1 kaleng (sekitar 370-400 gram).
  • Mentega/Butter: 250 gram, dicairkan lalu dinginkan.
  • Vanili Bubuk/Esens: 1 sendok teh atau 1 sendok makan untuk menghilangkan aroma amis telur.
  • Tepung Terigu: 1 – 2 sendok makan (opsional, hanya sebagai pengikat adonan).

Langkah-Langkah Pembuatan

  1. Siapkan Adonan: Campurkan telur dan gula pasir, kocok hingga gula larut (tidak perlu sampai mengembang kaku seperti kue bolu).
  2. Campur Bahan Lain: Masukkan susu kental manis, mentega cair yang sudah dingin, dan vanili. Aduk rata hingga semua bahan menyatu.
  3. Saring Adonan: Saring adonan untuk memastikan teksturnya halus dan tidak ada gumpalan telur atau tepung.
  4. Siapkan Loyang: Olesi loyang (ukuran 20×20 cm) dengan margarin dan alasi dengan kertas roti agar kue tidak lengket.
  5. Proses Pemanggangan Selapis demi Selapis:
    • Tuang adonan sebanyak 1-2 sendok sayur (sekitar 150 gram) ke dalam loyang sebagai lapisan pertama.
    • Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan (suhu 180-200°C) menggunakan api atas bawah selama 10-15 menit hingga permukaan kecokelatan.
    • Keluarkan loyang, tekan-tekan lembut permukaan kue yang matang agar rata (jika ada gelembung, tusuk dengan lidi).
    • Tuang kembali 1-2 sendok sayur adonan, lalu panggang menggunakan api atas saja selama kurang lebih 5-10 menit.
    • Ulangi proses ini hingga seluruh adonan habis.
  6. Pematangan Akhir: Pada lapisan terakhir, panggang dengan api atas dan bawah selama beberapa menit lagi untuk memastikan seluruh bagian kue matang merata.
  7. Pendinginan: Biarkan kue benar-benar dingin di dalam loyang sebelum dikeluarkan dan dipotong agar teksturnya sudah “set” dan tidak hancur.