Martabak Bangka adalah makanan manis mirip pancake yang populer di banyak daerah di Indonesia, termasuk Bangka. Di setiap daerah, martabak punya nama yang berbeda. Di Bangka, martabak juga disebut Hoklopan.
Hoklopan berasal dari kata ‘hoklo’ dan ‘pan’ yang berarti makanan orang Hoklo atau Hokian. Sebutan ‘kue panekuk’ datang dari cara membuatnya. Adonan yang sudah matang diangkat dari loyang lalu ditekuk atau dilipat. Setelah itu, dipotong-potong.
Ada nama lain juga, yaitu kue tabok. Nama ini berasal dari cara memasaknya, di mana bagian atas martabak biasanya dipukul atau ditampar, lalu diolesi mentega dan diberi topping.
Sejarah dan Asal Usul Martabak Bangka
Hoklopan awalnya makanan dari China, khususnya Provinsi Fujian. Martabak dibawa oleh orang China yang datang ke Pulau Bangka untuk bekerja di tambang timah. Mereka biasanya berasal dari suku Hakka atau Kek dan suku Hokian atau Hoklo.
Sejarawan dan budayawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian, menjelaskan bahwa pekerja tambang timah dari China datang pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, saat Sultan Susuhunan Mahmud Badaruddin I Jayowikramo memerintah, sekitar tahun 1724-1757.
Kembali ke sejarah martabak Bangka. Selain bekerja sebagai penambang timah, masyarakat China yang datang ini punya banyak keahlian. Mereka bisa bertukang, berkebun, beternak, dan memasak. Salah satu makanan yang sering dibuat adalah martabak atau hoklopan.
Resep dan Cara Membuat Martabak Bangka
Cara membuat martabak Bangka manis dan bersarang menggunakan bahan utama 250 gram tepung terigu, 2 sendok makan tapioka, 5 sendok makan gula, 1 butir telur, baking soda, dan baking powder. Campur semua bahan, aduk sampai rata, diamkan selama 1 jam, panggang di teflon yang sudah dipanaskan, lalu taburi gula dan topping sesuai selera.
Bahan-Bahan
- Tepung terigu protein sedang: 250 gram
- Tepung tapioka: 2 sendok makan
- Gula pasir: 5 sendok makan
- Telur ayam: 1 butir
- Baking powder: 1/2 sendok teh
- Baking soda: 1/2 sendok teh
- Vanila cair atau bubuk: 1 sendok teh
- Air matang: 320 ml
- Margarin secukupnya untuk olesan
- Topping: keju parut, cokelat meses, atau susu kental manis
Cara Membuat
- Campur terigu, tapioka, sebagian gula, vanila, dan air ke dalam wadah.
- Aduk rata atau kocok ringan sekitar 5 sampai 10 menit sampai adonan licin.
- Masukkan telur dan aduk sebentar saja.
- Diamkan adonan selama 1 jam agar ragi atau soda bereaksi sempurna.
- Larutkan baking soda dengan sedikit air, lalu campurkan ke dalam adonan sesaat sebelum dipanggang.
- Panaskan teflon atau loyang dengan api sedang sampai benar-benar panas.
- Tuang adonan ke teflon, biarkan hingga muncul lubang-lubang atau sarang.
- Taburkan sedikit gula pasir di atasnya, lalu kecilkan api dan tutup teflon sebentar.
- Angkat martabak jika bagian pinggirannya sudah kecokelatan dan matang.
- Olesi permukaannya dengan margarin secara merata.
- Tambahkan susu kental manis dan topping pilihan, lalu potong dan sajikan.
Leave A Comment