Kuah Beulangong merupakan warisan kuliner khas Aceh Besar yang memadukan rempah dengan nangka muda. Masakan gulai ini biasanya menggunakan daging sapi atau kambing segar demi menjaga kualitas rasa. Para pria memasak hidangan istimewa tersebut secara bersamaan menggunakan kuali besi berukuran sangat besar. Tradisi unik ini senantiasa hadir mempererat tali silaturahmi masyarakat pada setiap perayaan acara adat.
Selanjutnya, hidangan legendaris tersebut menjadi simbol kebersamaan yang sangat kental bagi seluruh warga Aceh. Namun, proses memasak dalam porsi besar tersebut memerlukan keterampilan khusus agar bumbunya meresap sempurna. Oleh karena itu, penyajian menu ini sering kita jumpai pada perayaan besar seperti Maulid Nabi.
Sejarah dan Makna Filosofis Kuah Beulangong Aceh
Kuah Beulangong merupakan warisan kuliner peninggalan Kesultanan Aceh yang tetap terjaga kelestariannya hingga saat ini. Selain itu, hidangan ini menggunakan perpaduan daging segar serta nangka muda yang dimasak dalam porsi besar. Proses pengolahan secara tradisional menggunakan kayu bakar mampu menghasilkan aroma rempah yang sangat kuat dan menggugah selera.
Secara filosofis, tradisi memasak bersama dalam kuali besar ini mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Tanah Rencong. Namun, penggunaan bumbu yang kaya akan rempah alami membuat rasa gulai tersebut menjadi sangat ikonik bagi wisatawan. Oleh karena itu, masakan khas 1 ini selalu menjadi primadona utama pada setiap acara adat dan kenduri.
Berikut adalah resep dan cara membuat Kuah Beulangong:
Bahan-bahan
- 1 kg daging sapi/kambing (lebih baik campur tetelan/tulang).
- 500 gr nangka muda, potong-potong.
- 500 ml santan kental.
- 2 liter air (atau disesuaikan).
- 5 sdm kelapa parut sangrai (u neulheu), tumbuk halus hingga berminyak.
- 5 lembar daun salam & 5 lembar daun jeruk.
- 4 batang serai, memarkan.
- 10 lembar daun temurui (daun kari/salam koja).
- 5 cm lengkuas, geprek.
- 2 sdm air asam jawa.
- Garam secukupnya.
Bumbu Halus (Blender/Ulek):
- 15-20 buah cabai kering (rebus dulu agar lunak).
- 10 buah cabai rawit (sesuai selera).
- 15 siung bawang merah.
- 7 siung bawang putih.
- 3 cm jahe & 3 cm kunyit.
- 1 sdm ketumbar bubuk & 1 sdt jintan bubuk.
- 1 sdt merica bubuk.
Cara Membuat
- Mariniasi Daging: Campur daging dengan bumbu halus, daun temurui, serai, daun salam, dan lengkuas. Aduk rata dan diamkan selama 30 menit agar bumbu meresap.
- Memasak Awal: Masukkan daging berbumbu ke dalam kuali besar (beulangong). Tambahkan air, masak dengan api sedang hingga daging setengah empuk.
- Tambahkan Nangka & Kelapa: Masukkan nangka muda dan kelapa sangrai (u neulheu) yang sudah dihaluskan. Aduk rata.
- Masak Hingga Empuk: Tambahkan santan kental dan air asam jawa. Masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan hingga daging benar-benar empuk, kuah menyusut, dan minyak keluar.
- Penyelesaian: Tambahkan garam secukupnya. Koreksi rasa, pastikan gurih dan pedas. Angkat dan sajikan panas-panas.
Tips: Kuah Beulangong paling nikmat disajikan dengan nasi putih panas dan emping.
Leave A Comment