Masyarakat Sumatera Selatan sangat menggemari 1 hidangan tradisional lezat bernama Mie Celor Palembang. Kemudian, penjual makanan lokal menyajikan mi tebal berukuran besar menggunakan kuah kental. Selanjutnya racikan kaldu udang dan santan segar sanggup menghasilkan cita rasa sangat gurih. Pada kenyataannya penduduk setempat selalu menjadikan masakan istimewa ini sebagai sarapan pagi mereka.

Berdasarkan bahasa Melayu kuno, istilah celor tersebut memiliki arti mencelupkan ke air panas. Oleh sebab itu koki selalu merendam mi beserta tauge sebentar sebelum tahap penyajian. Pada akhirnya teknik memasak unik ini berhasil menjaga tekstur bahan agar tetap kenyal.

Asal Usul Unik Mie Celor Palembang

Sebagai informasi penting, hidangan Mie Celor Palembang menyajikan mi kuning berukuran besar bersama kuah kental gurih. Selanjutnya koki restoran lokal selalu meracik kaldu udang segar dan santan untuk menciptakan kuah yang istimewa. Selain itu mereka menambahkan 3 jenis pelengkap mulai dari tauge renyah beserta irisan telur dan kucai.

Berdasarkan bahasa asli daerah tersebut, kata celor memiliki arti mencelupkan atau menyeduh bahan makanan secara singkat. Oleh karena itu pembuat masakan merendam mi kuning ke dalam air panas sebelum masuk tahap penyajian. Pada akhirnya teknik unik ini sukses membuat tekstur kuliner khas Sumatera Selatan menjadi sangat kenyal sempurna.

Resep dan Cara Membuat Mie Celor Khas Palembang

Bagi Anda yang ingin menikmati hidangan lezat khas Sumatera Selatan, Anda bisa mencoba resep dan cara membuat Mie Celor sendiri di rumah. Kombinasi kuah kental yang kaya rempah dan tekstur mie yang kenyal dijamin akan memanjakan lidah. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menyajikannya.

Bahan-Bahan Utama

  • 250 gram mi basah kuning berukuran besar
  • 100 gram tauge segar
  • 2 butir telur ayam rebus (potong sesuai selera)
  • 2 batang daun kucai (iris halus)
  • Bawang merah goreng secukupnya untuk taburan

Bahan Kuah Kaldu dan Bumbu Halus

  • 200 gram udang segar (kupas dagingnya, sisakan kepala dan kulit untuk kaldu)
  • 500 ml air bersih (untuk merebus kaldu udang)
  • 250 ml santan kelapa kental
  • 1 butir telur ayam mentah (kocok lepas)
  • 2 sendok makan tepung maizena (larutkan dengan sedikit air)
  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri (sangrai)
  • 1 sendok makan ebi kering (rendam air panas sebentar)
  • Garam, gula pasir, dan merica bubuk secukupnya

Langkah-Langkah Pembuatan

  1. Rebus kepala dan kulit udang menggunakan 500 ml air bersih hingga mendidih untuk menghasilkan kaldu yang gurih, kemudian saring airnya dan sisihkan.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ebi kering hingga benar-benar lembut.
  3. Panaskan sedikit minyak goreng, lalu tumis bumbu halus tersebut hingga beraroma harum dan matang.
  4. Masukkan daging udang kupas ke dalam tumisan bumbu, lalu aduk perlahan dan masak hingga udang berubah warna kemerahan.
  5. Tuangkan air kaldu udang yang sudah disaring sebelumnya ke dalam wajan bumbu, lalu biarkan hingga mendidih sempurna.
  6. Masukkan santan kelapa secara perlahan sambil terus diaduk rata supaya santan tidak pecah selama proses memasak.
  7. Tambahkan garam, gula, dan merica secukupnya, lalu koreksi rasa hingga mendapatkan kombinasi gurih yang pas.
  8. Tuangkan telur yang sudah dikocok lepas secara perlahan sambil terus diaduk cepat dengan garpu agar membentuk serabut halus di dalam kuah.
  9. Masukkan larutan tepung maizena untuk mengentalkan tekstur kuah, lalu aduk sebentar hingga meletup-letup dan matikan api kompor.
  10. Sediakan saringan, lalu celupkan mi kuning dan tauge ke dalam panci berisi air mendidih selama beberapa detik saja, lalu tiriskan segera.
  11. Tata mi dan tauge di dasar mangkuk saji, lalu siram menggunakan kuah kental yang masih hangat.
  12. Lengkapi hidangan dengan potongan telur rebus, irisan daun kucai, serta taburan bawang merah goreng sebelum dinikmati.