Lontong kupang adalah makanan khas dari Sidoarjo, Jawa Timur. Makanan ini dibuat dari irisan lontong, diberi kupang, dan disiram dengan kuah petis.

Lontong kupang berasal dari komunitas nelayan dan tradisi makanan di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Bahan utama, kupang, ditemukan di lumpur atau air payau di pesisir Jawa Timur. Karena mudah didapat, kupang menjadi bahan penting dalam makanan masyarakat.

Rasa lontong kupang terasa gurih dan manis dari petis udang, aroma laut dari kupang yang direbus, lembut dari lontong, dan pedas-asam dari jeruk nipis atau sambal rawit. Karena keunikan ini, hidangan ini populer dan juga ditemukan di kota sekitar seperti Surabaya dan Pasuruan.

Sejarah dan Asal Usul Lontong Kupang

Sejarah lontong kupang berasal dari pesisir Jawa Timur, khususnya di Balongdowo, Candi, Sidoarjo. Tempat ini terkenal sebagai pusat pengambilan kerang kecil yang disebut kupang. Penelitian menunjukkan masyarakat Balongdowo sudah lama mengolah kerang kupang sebagai makanan. Mereka menggabungkannya dengan lontong sebagai alas dan kuah petis udang sebagai pelengkap. Di Desa Balongdowo, ada tradisi dan kepercayaan pada Dewi Sekardadu. Menurut legenda, Dewi Sekardadu ditemukan oleh nelayan kupang setempat. Sejak itu, nelayan mengadakan upacara Nyadran setiap bulan Maulud untuk meminta hasil laut yang melimpah.

Awalnya lontong kupang adalah makanan nelayan yang menggunakan hasil laut lokal. Lama-kelamaan, lontong kupang mulai dikenal oleh masyarakat luas. Warung-warung di pinggir jalan Sidoarjo mulai menjual lontong kupang. Buku “Sidoardjo Tempo Doloe” oleh Dukut Imam Widodo dan Henri Nurcahyo (2013) mencatat bahwa orang tua di Sidoarjo yang berusia di atas tujuh puluh tahun sudah mengenal lontong kupang sejak kecil. Makanan ini juga mulai dikenal di Surabaya dan daerah sekitar sebagai kuliner khas pesisir timur Jawa Timur.

Meskipun begitu, catatan tertulis tentang kapan lontong kupang mulai diproduksi secara massal atau dijual secara komersial masih sedikit. Penelitian Safrida dan Suwardiah menyatakan bahwa meski lontong kupang sudah dikenal selama puluhan bahkan ratusan tahun, tidak ada catatan sejarah resmi yang mencatat tahun awal atau perubahan menjadi makanan komersial.

Resep dan Cara Membuat Lontong Kupang

Lontong kupang adalah makanan khas Jawa Timur yang terbuat dari irisan lontong, kuah, dan kerang kecil (kupang). Hidangan ini disajikan dengan petis, perasan jeruk nipis, dan cabai. Untuk membuatnya, diperlukan bahan segar seperti 250 gram kerang kupang matang, petis kupang, dan bumbu rempah untuk kuah.

Bahan-Bahan Utama

  • 250 gram kupang (cuci bersih)
  • 1 liter air (bisa dicampur air kelapa agar lebih gurih)
  • Lontong secukupnya (potong-potong)
  • Petis kupang atau petis udang secukupnya
  • Bawang putih goreng secukupnya
  • Cabai rawit sesuai selera
  • Jeruk nipis / jeruk limau secukupnya
  • Garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya

Bumbu Kuah Kupang

  • 3 siung bawang putih (haluskan)
  • 2 batang daun bawang (iris tipis, lalu tumis atau digoreng kering)
  • 2 cm jahe (geprek)

Cara Membuat Lontong Kupang

  1. Tumis bumbu: Tumis bawang putih halus dan daun bawang iris hingga harum dan berubah warna.
  2. Rebus kuah: Masukkan air dan air kelapa ke dalam tumisan bumbu. Tambahkan jahe geprek, garam, gula, dan kaldu bubuk. Didihkan.
  3. Masukkan kupang: Masukkan kupang yang sudah dicuci bersih ke dalam kuah mendidih. Masak sebentar saja agar kupang tidak terlalu keras, lalu koreksi rasa dan angkat.
  4. Racik piring: Di atas piring saji, ulek cabai rawit, sedikit garam, bawang putih goreng, dan petis khas kupang. Beri perasan jeruk nipis.
  5. Penyajian: Tata potongan lontong di piring, lalu siram dengan kupang beserta kuah panasnya. Taburkan bawang goreng dan sajikan bersama sate kerang jika ada.