Kue Singgang, Kue Bika, atau Kue Baka adalah makanan tradisional Minangkabau dari Sumatera Barat. Walaupun namanya sama, kue bika asal Minangkabau berbeda dengan kue bika yang ada di kota Medan. Perbedaannya terletak pada cara pembuatannya. Ceminal asal Sumatera Barat ini dibuat dengan cara dipanggang, sedangkan kue bika di Medan dibuat dengan mencampur berbagai bahan, sehingga kue bika Medan juga disebut kue bika Ambon. Kue singgang atau bika cocok untuk dimakan. Kue ini dibuat dengan cara dibakar di atas bara api. Namanya singgang berasal dari cara memasaknya. Adonan dibakar di tengah bara api. Di beberapa daerah, kue singgang memiliki bahan atau bentuk yang mirip. Kue singgang menjadi kue khas Padang atau Sumatera Barat pada umumnya. Kue ini menjadi salah satu makanan khas wisata di Sumatera Barat selain rendang.
Sejarah dan Asal Usul Kue Singgang
Penganan tradisional Minangkabau dari Sumatera Barat ini sangat populer dan disukai banyak orang. Kue ini dibuat dari tepung beras, kelapa parut segar, dan gula pasir. Cara membuatnya unik karena kue dibakar langsung di atas bara api dengan alas daun waru.
Kue ini juga dikenal dengan nama kue bika atau kue baka yang punya rasa khas. Nama singgang atau bika berasal dari kata baka dalam bahasa Minangkabau yang artinya dibakar atau dipanggang, sesuai dengan cara membuat kue ini secara tradisional.
Resep dan Cara Membuat Kue Singgang
Kue Singgang atau bika bakar khas Minang dibuat dari campuran 200 gram tepung beras, 75 gram gula, 300 ml santan, 200 gram kelapa parut setengah tua, 50–100 gram tapai singkong, setengah sendok teh ragi, vanili, dan sedikit garam. Adonan dipanggang di atas daun waru sampai harum.
Bahan-Bahan Kue Singgang
- 200 gram tepung beras
- 50–100 gram tapai singkong (dihaluskan)
- 75 gram gula pasir
- 200 gram kelapa parut setengah tua (ambil bagian putihnya saja)
- 300 ml santan
- 1/2 sendok teh ragi instan
- 1/2 sendok teh garam
- Secukupnya vanili bubuk
- Daun waru atau daun pisang secukupnya untuk alas
Cara Membuat Kue Singgang
- Campur tepung beras, tapai singkong, gula pasir, ragi instan, dan vanili di dalam wadah.
- Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil aduk rata hingga tidak ada adonan yang menggumpal.
- Masukkan kelapa parut dan garam, lalu aduk kembali sampai tercampur sempurna.
- Tutup wadah dan diamkan adonan selama 1 hingga 2 jam agar berfermentasi.
- Siapkan cetakan kecil dan alasi bagian bawahnya dengan daun waru yang sudah dipotong.
- Tuang adonan ke dalam cetakan yang telah dialasi daun.
- Panggang atau bakar adonan dengan suhu sekitar 180–200 derajat Celsius (atau menggunakan bara api atas-bawah tradisional) selama 35–45 menit sampai matang dan bagian atasnya kecokelatan.
- Angkat, biarkan agak dingin, lalu kue singgang siap disajikan.
Leave A Comment