Chai kwe (choi pan) adalah hidangan khas Pontianak yang menggugah selera dengan kulitnya yang lembut dan isian gurih. Terbuat dari campuran tepung beras dan tapioka, camilan ini biasanya diisi dengan bengkoang, kucai, atau talas, kemudian dikukus hingga matang sempurna. Untuk menambah kenikmatan, chai kwe sering disajikan dengan taburan bawang putih goreng renyah dan sambal pedas yang menggigit. Rasanya yang ringan namun kaya akan cita rasa membuatnya menjadi favorit banyak orang.

Selain lezat, chai kwe (choi pan) juga termasuk camilan sehat karena dikukus tanpa menggunakan minyak berlebihan. Namun, bagi yang menyukai tekstur lebih renyah, tersedia juga variasi goreng. Tidak hanya digemari oleh masyarakat Tionghoa, makanan ini juga populer di berbagai kalangan. Saat berkunjung ke Pontianak, mencicipi chai kwe autentik langsung dari kota asalnya tentunya menjadi pengalaman kuliner yang wajib dicoba.

Sejarah dan Asal Usul Chai kwe

Chai Kwe (Choi Pan) berasal dari tradisi kuliner Tionghoa, khususnya dari komunitas Teochew dan Hakka. Hidangan ini berkembang sebagai makanan sederhana yang berbahan dasar tepung beras. Pada awalnya, bahan isiannya disesuaikan dengan sayuran yang tersedia di sekitar.

Saat komunitas Tionghoa bermigrasi ke Asia Tenggara, resep ini turut berkembang. Di Indonesia, Chai Kwe (Choi Pan) mengalami penyesuaian rasa sehingga hidangan ini semakin populer dan diterima oleh masyarakat luas.

Bahan Utama:

  • Isian: 800g-1kg Bengkuang (parut/iris korek api), 50g Ebi (rendam, cincang), 5-10 siung Bawang putih (cincang).
  • Kulit: 150g-200g Tepung Beras, 50g-100g Tepung Tapioka/Sagu, 400ml-500ml Air panas mendidih, 2-3 sdm Minyak goreng.
  • Sambal: Cabai rawit, bawang putih, gula, garam, cuka, dan air.

Cara Membuat:

  1. Isian: Tumis bawang putih cincang hingga wangi, masukkan ebi, tumis kembali. Masukkan bengkuang, tambahkan garam, lada, dan kaldu jamur. Masak hingga layu, tiriskan (jangan terlalu basah).
  2. Kulit: Campur tepung beras, tapioka, dan garam. Tuang air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Tambahkan minyak, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga adonan menggumpal/set, uleni selagi hangat hingga kalis.
  3. Bentuk: Ambil sedikit adonan, tipiskan, isi dengan tumisan, lalu lipat dan cubit pinggirnya hingga rapat.
  4. Kukus: Tata dalam kukusan yang dialasi daun pisang (olesi minyak). Perciki air agar tidak kering. Kukus selama 10-15 menit.
  5. Penyajian: Angkat dan segera olesi dengan minyak bawang putih goreng.

Sambal dibuat dengan merebus semua bahan lalu diblender dan masak kembali hingga mendidih.