Kue kastengel merupakan salah satu kue kering klasik yang selalu hadir di momen spesial, terutama saat Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Cita rasanya yang gurih, asin, dan keju yang kuat menjadikan kastengel sebagai favorit banyak orang dari generasi ke generasi. Teksturnya yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam membuat kue ini sulit untuk ditolak. Menariknya, kastengel sebenarnya berasal dari Belanda. Nama “kastengel” diambil dari kata kaas yang berarti keju dan stengel yang berarti batang. Tak heran jika bentuknya memanjang dan rasa kejunya sangat dominan.

10 Tips Membuat Kastengel yang Renyah dan Gurih, Antigagal! | IDN Times

Sejarah Kue Kastengel

Kastengel berasal dari Belanda, dari kata “kaasstengels” (batang keju), diperkenalkan di Indonesia pada masa kolonial dan menjadi makanan mewah yang disajikan di kalangan pejabat Belanda. Dulunya, kastengel asli bisa sepanjang 30 cm, tetapi ukurannya disesuaikan di Indonesia menjadi lebih pendek karena keterbatasan oven. Kue ini mengalami akulturasi budaya dan menjadi populer saat Lebaran, Natal, dan Imlek, sering kali digunakan sebagai simbol kemewahan atau bahkan alat barter karena keju yang mahal.

Asal-usul dan Nama

  • Nama: Berasal dari bahasa Belanda, “kaas” (keju) dan “stengels” (batang/stik), jadi artinya kue batang keju.
  • Negara Asal: Belanda, bukan sebagai kue hari raya, melainkan makanan mewah.

Sejarah di Indonesia

  • Masa Kolonial: Dibawa ke Indonesia oleh orang Belanda dan disajikan di rumah pejabat atau pegawai Belanda yang menikah dengan pribumi, menjadi bagian dari budaya kuliner elit.
  • Adaptasi: Ukuran asli yang panjang (sekitar 30 cm) diadaptasi menjadi lebih kecil (3-4 cm) karena sulitnya menemukan oven besar di Indonesia, menciptakan bentuk yang kita kenal sekarang.
  • Nilai Bergengsi: Karena keju mahal, kastengel pernah digunakan sebagai alat barter atau pengganti mata uang di Belanda, membuatnya dianggap makanan bergengsi.

Transformasi Budaya

  • Perayaaan: Dari kalangan priyayi pribumi, kastengel mulai disajikan saat Lebaran, Natal, dan Tahun Baru Imlek, menjadi kue kering ikonik di Indonesia.
  • Variasi: Rasa dan jenis keju (Cheddar, Edam, Gouda) disesuaikan dengan selera lokal, tetapi tetap mempertahankan cita rasa gurihnya.

Bahan-Bahan Membuat Kue Kastengel

Bahan Utama:

  • 250 gram mentega (bisa campur butter dan margarin)

  • 2 butir kuning telur

  • 350 gram tepung terigu protein rendah

  • 50 gram tepung maizena

  • 150 gram keju cheddar parut

  • 50 gram keju edam (opsional, untuk rasa lebih gurih)

  • ½ sendok teh garam

  • ½ sendok teh kaldu bubuk (opsional)

Pelengkap:

  • 2 butir kuning telur

  • 1 sendok makan susu cair

  • Keju cheddar parut secukupnya

Cara Membuat Kue Kastengel

  1. Persiapan Keju: Parut keju cheddar dan angin-anginkan selama beberapa jam atau oven sebentar dengan suhu rendah hingga kadar airnya berkurang. Ini membantu kastengel lebih renyah dan tahan lama.
  2. Kocok Adonan: Kocok margarin (dan butter jika digunakan) dan kuning telur hingga tercampur rata dan lembut. Hindari mengocok terlalu lama seperti adonan roti, cukup sampai rata saja.
  3. Masukkan Keju: Masukkan keju parut ke dalam adonan mentega, lalu aduk kembali hingga rata.
  4. Campur Bahan Kering: Di wadah terpisah, ayak tepung terigu, tepung maizena, dan susu bubuk. Aduk rata.
  5. Satukan Adonan: Masukkan campuran bahan kering sedikit demi sedikit ke dalam adonan basah menggunakan spatula, aduk perlahan hingga adonan kalis dan bisa dibentuk.
  6. Cetak Kastengel: Gilas adonan menggunakan rolling pin (bisa dialasi plastik bening agar tidak lengket) hingga ketebalan yang diinginkan. Potong-potong sesuai selera menggunakan pisau atau cetakan kue.
  7. Tata di Loyang: Susun adonan yang sudah dicetak di atas loyang yang telah diolesi margarin atau dialasi kertas roti.
  8. Olesi dan Taburi: Olesi permukaan kastengel dengan campuran kuning telur dan susu, lalu taburi dengan keju parut di atasnya.
  9. Panggang (Oven): Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya dengan suhu rendah, sekitar 150-160°C, selama kurang lebih 20-25 menit atau hingga matang dan berwarna kuning keemasan. Waktu pemanggangan dapat bervariasi tergantung jenis oven yang digunakan.
  10. Pendinginan dan Penyimpanan: Setelah matang, keluarkan dari oven dan dinginkan di rak pendingin hingga benar-benar mencapai suhu ruang. Setelah dingin, simpan kastengel dalam toples kedap udara agar tetap renyah.

Tips Agar Kastengel Renyah & Wangi

Aspek Tips
Bahan 1. Kombinasikan mentega (wangi) dan margarin (renyah).
2. Gunakan Keju Edam untuk tekstur terbaik; hindari keju parut kemasan.
Adonan 3. Jangan uleni terlalu lama; cukup aduk rata untuk menghindari kue keras.
Panggang 4. Panggang di suhu rendah (sekitar 130°C-150°C) agar kering merata.
Penyelesaian 5. Dinginkan sepenuhnya sebelum masuk stoples agar tidak melempem.
Ekstra Wangi 6. Tambahkan sedikit keju Parmesan atau gunakan mentega kualitas baik.

Kesimpulan

Kue kastengel merupakan kue kering klasik yang Togel Online digemari banyak orang karena cita rasanya yang gurih, renyah, dan kaya akan keju. Dengan bahan yang mudah ditemukan serta langkah pembuatan yang sederhana, kastengel dapat dibuat sendiri di rumah tanpa kesulitan. Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan keju berkualitas, teknik pengadukan yang tepat, serta proses pemanggangan yang sesuai. Dengan mengikuti resep dan tips yang benar, kue kastengel tidak hanya cocok untuk sajian hari raya, tetapi juga bisa menjadi camilan lezat sehari-hari maupun peluang usaha yang menjanjikan.